SJ-01-0066 : 'kun fayakun' dan 'enam hari'

Primary tabs

2 posts / 0 new
Last post
Anonymous (not verified)
SJ-01-0066 : 'kun fayakun' dan 'enam hari'

setakat yg saya faham,

dalam surah yasin dekat2 nak ujung tu, ada sebut kun fayakun. dihuraikan oleh kebanyakan ustaz Allah berkuasa menjadikan sesuatu, apabila Allah kata jadi (kun) maka jadilah ia (fayakuun...)

kemudian, sy dapati dlm surah sajadah, camna pulak dikatakan Allah menjadikan langit dan bumi dan apa yg ada diantara keduanya dalam tempoh 6 hari...?

sy keliru. terima kasih atas penerangan ustaz

SJ-01-0066 : 'kun fayakun' dan 'enam hari'

al-Jawab:

Perintah (amar) Kun fayakun (jadi maka jadilah ia) dan Mencipta (al-Khalq) alam raya dalam masa enam hari adalah dua sifat Allah dalam asma' was Sifaat yang berkait dan bukan sifat yang bertentangan. Kun fayakun adalah dari sifat Allah al-Amar (perintah) dan mencipta bumi dalam masa enam hari adalah sifat alKhalq (Mencipta). Kun fayakun adalah datang dari sifat Allah yang memerintah dengan regas dan lugas, jadi, maka jadilah ia akan sesuatu tanpa perlu diulang. berbeda dgn manusia atau Raja, kalau ia perintah, mungkin kena ulang atau dikuatkuasakan.
Manakala sifat alKhalq ialah cara dan teknik Allah mencipta dan membina sesuatu itu tak ada contoh sebelumnya. Maka bila Dia perintah alam ini tercipta, kun fayakun; kemudian Allah mencipta dalam masa 6 hari. Manusia bila nak buat projek mega, katakan membina Putrajaya, mungkin memerlukan 15 tahun, menara berkembar Petronas, mungkin dalam masa 3 tahun. 6 hari di sisi Allah adalah termasuk sukatan masa yg diperselisihkan oleh ahli tafsir, apakah ia sama dgn 6 hari menurut kiraan kita sekarang? atau satu sukatan waktu yg berbeda.

Kata Syaikhul Islam Ibn Taymiyah, maksud Allah mencipta alam ini dalam masa 6 hari bermaksud, Allah Maha berkuasa mencipta sekali gus dalam kontek kun fayakun, serta merta, tapi dengan sifat-Nya Yang Maha Memilih, maka Dia Memilih , maka Allah memilih jangkawaktu ciptaan-Nya dalam masa 6 hari. Ia memberi pengajaran yang besar kpd kita, yakni dari aspek pengurusan, ketelitian dan ketekunan bukan tergesa-gesa.
Itulah maksud dua ayat yang nampak berbeda, tapi sebenarnya ia mengandungi tiga atau empat sifat Allah, yakni Maha Berkuasa, Maha Memilih, sifat Perintah Allah dan sifat Mencipta Allah yang tidak sama dengan makhluknya. Kemudian proses penciptaan yg bertahap itu bukanlah menggambarkan kelemahan sang Pencipta tapi pengajaran kepada makhluknya (al-Alusi, alQawimah alBurhan, tahqiq al-Albani, Maktab Islami, ms 133-136; Alawi alSaqqaf, SifatuLlah, Riyadh: Darul Hijrah, ms 41 dan 97)

sekian